[ Pada Tahun 2020, LPPKM Untan sebagai Pusat Informasi Ilmiah dan Penerapan Ipteks serta Kebudayaan yang Unggul di Tingkat Daerah, Nasional, dan Internasional ]

Bedah Hasil Survey Tingkat Penerimaan Masyarakat Terhadap Dampak Pemanfaatan Hasil Litbang Iptek Nuklir di Kalbar, Batan dan LPPM Untan Kembali Laksanakan FGD

NEWS

LPPM UNTAN- Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tanjungpura (LPPM Untan) bersama Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) tentang Pemaparan Hasil Survey Tingkat Penerimaan Masyarakat Terhadap Dampak Pemanfaatan Hasil Litbang Iptek Nuklir Tahun 2019 di Provinsi Kalimantan Barat. Kegiatan FGD tersebut dilaksanakan di Hotel Mercure, Selasa (30/07/2019).

FGD ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari survey yang telah dilaksanakan Universitas Tanjungpura bekerjasama dengan Batan terhadap penerimaan masyarakat Kalbar dalam pemanfaatan Hasil Litbang Iptek Nuklir sebagai salah satu alternatif dari pemenuhan kebutuhan listrik di Indonesia khusunya di Kalimantan Barat.

Ketua LPPM Untan, Prof. Dr. H. Eddy Suratman, S.E., M.A dalam sambutannya mengatakan bahwa, memandang dari sisi ekonomi, problem utama ekonomi kita sekarang adalah karena kurang kompetitif dan tidak efesien.  Jika dilihat dari daya saing nasional, memang tampak ada perbaikan peringkat bagi Indonesia. Pada tahun 2019, kita berada di peringkat 43 di tahun 2018 dari 63 negara, dan  sekarang kita ada di peringkat 32, dimana ada perbaikan 11 peringkat. Kemudian dari 11 peringkat itu ada empat indikator yang diperhatikan, saya memperhatikan efisiensi ekonomi kita cukup bagus di peringkat 25. Efisiensi pengelolaan pemerintahan cukup bagus di peringkat 25. Efisiensi bisnis bahkan sangat bagus di peringkat 20. Problem kita sekarang ada pada sektor insfrastrukur, Indonesia berada pada peringkat 53. Kalimantan Barat khususnya, di tahun 2018 berada di peringkat 28 dari 33 Provinsi dan indikator yang dinilai adalah insfrastruktur, dimana kalbar ada di peringkat 33 dari 34 Provinsi. Saya menduga penyebab utamanya adalah energi yang terlalu mahal.

Ketua LPPM Untan, Prof. Dr. H. Eddy Suratman, S.E., M.A melanjutkan, bahwa Kalimantan Barat beruntung punya uranium di Kabupaten Melawi yang jumlahnya cukup untuk menerangi kita di masa sekarang dan di masa depan, tetapi terhadap Pemanfaatan Hasil Litbang Iptek Nuklir, masyarakat kita memang masih perlu disiapkan untuk bisa menerima kehadiran pemanfaatan hasil iptek nuklir tersebut, dan saya kira yang dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk bisa menerima kehadiran pemaanfaatn nuklir di posisi terdepan adalah perguruan tinggi yang bisa membantu menerangi masyarakat dari sisi pengetahuan supaya masyarakat tidak terlalu khawatir akan kehadiran teknologi nuklir ini.

“Inti dari kehadiran teknologi dalam Pemanfaatan Hasil Litbang Iptek Nuklir adalah agar terciptanya efisiensi dan akan lebih kompetitif daya saing kita, sehingga bisa meningkatkan pendapatan nasional dan pendapatan daerah yang pada akhirnya untuk kesejahteraan masyarakat.” Tegasnya.

Sementara itu mewakili dari Batan, Deputi Kepala Badan Bidang Pendayagunan Nuklir, dalam sambutannya mengatakan bahwa, kerjasama Batan dan Untan sudah lama dilaksanakan bahkan jauh sebelum adanya survei terhadap pemanfaatan nuklir sebagai alternatif tenaga listrik.

Tidak kita pungkiri bahwa bahaya nuklir itu ada, namun juga manfaat dari nuklir besar bagi kita, misalnya nuklir untuk energi, pertanian, peternakan, purbakala dan juga saat ini dari besarnya manfaat nuklir salah satunya untuk pemanfaatan sebagai tenaga listrik. Kalau kerjasama yang kita laksanakan ini berhasil dan mendapatkan izin dari Pemerintah Pusat, tentu akan dibangun untuk pertama kalinya Pembangkit Listrik Tenaga Listrik (PLTN) di Provinsi Kalimantan Barat.

“Kita butuh bantuan semua pihak dalam mewujudkan Pembangkit Listrik Tenaga Listrik (PLTN) di Provinsi Kalimantan Barat, tentu pemanfaatan nuklir sepenuhnya adalah untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia, khususnya di Kalimantan Barat. Kami dari Batan berada di belakang menunggu hasil dan izin Presiden RI untuk merealiasikan apa yang sudah kita cita-citakan bersama, dan Perguruan Tinggi, khusunya melalui LPPM Untan berada pada posisi terdepan dalam rangka membantu kami untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat melalui sosialiasi pengetahuan terhadap pemanfatan nuklir  untuk kepentingan kita bersama” Jelasnya.

Rektor Universitas Tanjungpura yang diwakili oleh Dekan Fakultas Teknik, Dr. Rer.nat. Ir. RM. Rustamaji, dalam sambutannya mengatakan bahwa, berbicara tentang insfrastruktur, kondisi pendidikan kita saat ini yang berada pada level mengenyam pendidikan tinggi hanya 7%, kemudian 23% berada pada pendidikan menengah dan 70% berada pada pendidikan dasar. Tentu semua itu sesuatu yang sangat situasional dan kondisional dimana semangat untuk menuju negara yang maju terus kita upayakan salah satunya adalah dengan peningkatan mutu kualitas pendidikan melalui perguruan tinggi.  Maka tepat kiranya bila perguruan tinggi berada pada posisi terdepan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat melalui pengetahuan akan pemanfaatan nuklir sebagai tenaga listrik.

Selain itu, ketersediaan insfrastruktur pendorongnya adalah pertumbuhan penduduk dan karena adanya urbanisasi. Jika dilihat dari sisi bidang industri, sekian banyak dari energi baru yang terbarukan kalau kita ingin mengerakan mesin industri yang bersih dan murah, maka pemanfaatan nuklir masuk dalam rekomendasi saat ini untuk dimanfatkan sebagai alternatif tenaga listrik.  

“Kita berharap kerjasama ini menghasilkan sesuatu yang bermanfaat untuk kesejahteraan masyarakat, apa yang kita cita-citakan demi mensejahterakan masyarakat harus kita upayakan secara bersama sehingga tingkat pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional bergerak secara pesat dalam kemajuan yang juga pada akhirnya akan kita nikmati bersama.” Terangnya.

Hadir dalam FGD tentang Pemaparan Hasil Survey Tingkat Penerimaan Masyarakat Terhadap Dampak Pemanfaatan Hasil Litbang Iptek Nuklir yaitu para peneliti lapangan yang telah melakukan survei serta para pihak terkait untuk membahas secara tuntas tindak lanjut dari hasil Survei tingkat penerimaan masyarakat terhadap Pemanfaatan Hasil Litbang Iptek Nuklir untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Listrik (PLTN) di Provinsi Kalimantan Barat. (als)

Statistik Pengunjung

Now Online : 1 User
Hari Ini : 46
Bulan ini : 921
Tahun ini : 12474
Today Hits Count : 91
Total Hits : 1728378

Back to Top