[ Pada Tahun 2020, LPPKM Untan sebagai Pusat Informasi Ilmiah dan Penerapan Ipteks serta Kebudayaan yang Unggul di Tingkat Daerah, Nasional, dan Internasional ]

Mahasiswa KKN RKPB Untan Kembangkan Produk Unggulan Daerah Kayong Utara

NEWS

LPPKM Untan- Sebanyak 38 mahasiswa Universitas Tanjungpura (Untan) yang melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Revitalisasi Kawasan Perkotaan Baru (RKPB) 2019 berakhir dan meninggalkan manfaat bagi masyarakat di daerah pelaksanaan KKN tersebut. Pelepasan tersebut dilaksanakan di Aula LPPM Untan, Jum'at (6/08/2019).

Mahasiswa Untan melakukan aksi nyata dengan mengembangkan produk unggulan daerah di beberapa desa di Kecamatan Seponti, Kabupaten Kayong Utara. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Revitalisasi Kawasan Perkotaan Baru (RKPB) 2019. Sejumlah produk unggulan yang dikembangkan antara lain air minum di Desa Sungai Sepeti, Kopi di Desa Podorukun, dan buah salak di Desa Seponti Jaya. Pengembangan produk ini dilakukan selama pelaksanaan KKN RKPB yaitu sejak tanggal 1 Agustus 2019 sampai dengan 5 September 2019.

Dosen Pembimbing Lapangan Uray Edi Suryadi mengatakan bahwa, pelaksanaan KKN RKPB tersebut berjalan dengan baik dan mahasiswa berhasil melakukan pendampingan kepada masyarakat Desa Sungai Sepeti, Desa Podorukun Desa Seponti Jaya.

"Upaya mahasiswa dalam memberikan pendampingan kepada masyarakat untuk mengembangkan produk unggulan daerah mereka menjadi sesuatu yang bermanfaat untuk daerah tersebut kedepan, oleh karena itu tentu apa yang telah dilaksanakan oleh mahasiswa selama KKN tersebut tentu harus juga mendapat perhatian dari Pemerintah Daerah setempat untuk terus dikembangkan," jelasnya.

Sementara itu, dalam sambutannya Sekretaris LPPM Untan, Ir. Surachman, M.MA mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan pendampingan secara berkelanjutan atas apa yang telah dilaksanakan oleh para mahasiswa selama kegiatan KKN tersebut. Tidak cuma desa-desa di Kecamatan Seponti, namun desa-desa lain yang tengah berinovasi juga akan dilakukan pendampingan dengan melibatkan Tokopedia dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

“Guna pengembangan ekonomi digital, kami sudah bekerja sama dengan Kemendes dan Tokopedia. Ada 34 perguruan tinggi lain yang juga ikut bekerja sama. Kedepan, kami akan minta dengan Bumdes untuk mendatangkan narasumber dari Tokopedia untuk memberikan pelatihan terkait inovasi dibidang ekonomi digital. Bukan hanya di Seponti, daerah-daerah lain yang berinovasi juga kita dampingi karena pemerintah saat ini tengah mementingkan inovasi desa melalui bantuan-bantuan yang dikucurkan ke desa-desa,” ucapnya. 

Secara terpisah, Ketua LPPM Untan, Prof. Dr. H. Eddy Suratman, M.A menjelaskan bahwa KKN RKPB ini sudah berjalan selama dua tahun. Ia bersyukur karena selama dua tahun berlangsungnya program tersebut, banyak manfaat yang dirasakan oleh masyarakat bahkan mendapat respon positif dari pemerintah setempat.

“Program ini berlangsung selama tiga tahun, ini sudah tahun kedua. Tahun pertama itu perencanaan atau inventarisasi masalah. Mana yang punya potensi ekonomi dan sebagainya. Sementara tahun kedua dan ketiga ini implementasi dari perencanaan tersebut,” pungkasnya. (als)

Berita juga terbit dengan judul "Mahasiswa Untan Kembangkan Produk Unggulan Seponti", dapat diakses pada laman: http://kalbarupdates.com/kalbar/metropolis/mahasiswa-untan-kembangkan-produk-unggulan-seponti/

Statistik Pengunjung

Now Online : 4 User
Hari Ini : 36
Bulan ini : 1086
Tahun ini : 14328
Today Hits Count : 92
Total Hits : 1733006

Back to Top