[ Pada Tahun 2020, LPPKM Untan sebagai Pusat Informasi Ilmiah dan Penerapan Ipteks serta Kebudayaan yang Unggul di Tingkat Daerah, Nasional, dan Internasional ]

Persiapkan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Tahun 2019, LPPKM Untan Hadirkan Pakar, Bedah Strategi Pengajuan Proposal PPM

NEWS

LPPKM Untan- LPPKM Untan melaksanakan Workshop dan Klinik Proposal PPM Tahun 2019 dengan mengangkat tema yaitu Strategi Pengajuan Proposal Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) Sesuai Panduan PPM Edisi XII dan Klinik Proposal PPM. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 2 (dua) hari, yaitu 15 s/d 16 April 2019 di Aula LPPKM Untan. (15/04/2019).

Pada kegiatan workshop tersebut, LPPKM Untan menghadirkan dua orang narasumber sebagai pakar dalam strategi pengajuan proposal PPM yaitu Dr. Ir. Ketut Widnyana, M.Si dan Dr. Ir. Yohana, S.K, Dewi, M.P dimana keduanya adalah reviewer nasional PPM.  

Sementara itu, Sekretaris LPPKM Untan, Ir. Surachman, M.MA dalam sambutannya menyampaikan bahwa, kegiatan workshop yang dilaksanakan 15-16 April 2019 ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada bapak/ibu semua dalam meningkatan kemampuan untuk memahami dengan baik strategi pengajuan proposal PPM, tentunya tidak hanya bermanfaat untuk diri pribadi tetapi juga bermanfaat untuk Universitas Tanjungpura.

“Workshop ini selain untuk meningkatkan kapasitas bapak/ibu semua, jika berhasil juga akan membawa kebaikan untuk Universitas Tanjungpura.”, jelasnya.

Selanjutnya disampaikan juga oleh Sekretaris LPPKM Untan, bahwa kita sudah bertemu dengan Rektor Untan yang baru yaitu Prof Dr. H. Garuda Wiko, S.H., M.Si , dan kami sampaikan kami siap bekerjasama dalam memajukan Universitas Tanjungpura. Alhamdulillah Rektor menyatakan kepada kami, bahwa kita harus bersama-sama meningkatkan kinerja, khususnya pada bidang penelitian dan PPM yang di koordinir oleh LPPKM Untan sebagai pendorong majunya Untan kedepan.

Dalam kegiatan Workshop dan Klinik Proposal akan disampaikan berbagai materi yaitu pemaparan strategi penyusunan proposal untuk mendapatkan hibah PPM, pembuatan proposal kemudian dilanjutkan dengan klinik (evaluasi proposal).  Dalam klinik para dosen pengusul proposal akan dievaluasi dimana sisi kelemahan dari kekurangannya kemudian diberikan arahan untuk memperbaikinya.

 “Diharapkan dengan bimbingan klinik proposal PPM ini akan memberikan motivasi sehingga nantinya akan lebih banyak dosen yang berpeluang mendapatkan hibah PPM.”, tutupnya. (als)

Statistik Pengunjung

Now Online : 1 User
Hari Ini : 49
Bulan ini : 924
Tahun ini : 12477
Today Hits Count : 137
Total Hits : 1728424

Back to Top